Pakan Silase kini menjadi solusi teknologi peternakan paling diandalkan bagi para peternak sapi potong di Kabupaten Gunungkidul untuk mengatasi krisis kelangkaan hijauan pakan ternak pada musim kemarau panjang. Pakan terfermentasi ini dibuat dengan cara memanfaatkan limbah pertanian seperti tebon jagung, rumput gajah, dan jerami yang disimpan rapat dalam wadah tertutup tanpa udara (anaerob) bersama campuran molase. Melalui teknik pengawetan pakan alami ini, para peternak di daerah lahan kering Gunungkidul tetap mampu menyediakan pasokan pakan sapi yang bergizi tinggi, tahan lama, dan berlimpah sepanjang tahun tanpa tergantung musim.
Penggunaan inovasi pakan fermentasi pakan silase terbukti sangat efektif dalam menjaga tingkat pertumbuhan bobot badan sapi potong milik peternak agar tetap stabil dan berbobot gemuk. Kandungan nutrisi, protein, serta serat halus pada pakan terfermentasi ini jauh lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan sapi, sehingga mampu meningkatkan efisiensi konversi pakan menjadi daging secara optimal. Di samping itu, para peternak tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk meluangkan tenaga mencari rumput segar di area bukit yang kering kerontang saat musim kemarau ekstrem melanda wilayah pegunungan kapur Gunungkidul.
Kelompok peternak sapi di Gunungkidul merasa sangat terbantu dengan adanya sosialisasi pembuatan pakan awetan terfermentasi yang dipandu oleh para penyuluh dinas peternakan setempat. Para peternak kini secara mandiri mampu mengolah sisa limbah panen tanaman jagung menjadi cadangan pakan bernilai gizi tinggi yang dapat disimpan hingga kurun waktu berbulan-bulan lamanya. Kemandirian dalam penyediaan stok pakan ternak ini berhasil membebaskan peternak dari keterpaksaan menjual sapi mereka dengan harga murah (jual butuh) akibat keputusasaan kekeringan lahan pakan saat musim kemarau panjang melanda desa mereka.
Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul berjanji akan terus memperluas program pelatihan pembuatan pakan silase berkualitas ke seluruh pelosok desa peternakan di wilayahnya. Pemerintah daerah juga memberikan bantuan fasilitas mesin pemotong rumput (chopper) kepada kelompok-kelompok peternak agar proses produksi fermentasi pakan dalam jumlah besar dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien. Pengembangan teknologi pakan ternak awetan ini dipandang sebagai strategi krusial untuk mempertahankan predikat Gunungkidul sebagai daerah gudang ternak sapi potong berkualitas tinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melalui penerapan teknologi pengawetan pakan terfermentasi yang berkelanjutan ini, ketahanan ekonomi para peternak sapi potong di lahan kering Gunungkidul dapat berdiri dengan sangat kokoh. Sapi-sapi potong yang dipelihara dapat tumbuh dengan sehat dan bernilai jual tinggi di pasaran hewan kurban serta pasar daging nasional meski berada di tengah kondisi alam yang terbilang kurang subur. Kesadaran dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah pakan alami ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan kondisi lingkungan dapat diatasi secara cerdas menggunakan inovasi teknologi peternakan yang tepat guna.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.